Pengertian Penelitian Kuantitatif, Macam, Ciri, dan Cara Menuliskannya

3 min read

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Pengertian Penelitian Kuantitatif, Macam, Ciri, dan Cara Menuliskannya – Dalam pengetahuan alam dan sosial, dan terkadang dalam sektor lain, riset kuantitatif ialah penyidikan empiris struktural dari peristiwa yang bisa dilihat lewat tehnik statistik, matematika, atau komputasi. Arah dari riset kuantitatif untuk meningkatkan dan memakai mode matematika, teori, dan tesis yang terkait dengan peristiwa.

Proses pengukur sebagai pusat riset kuantitatif karena sediakan jaringan fundamental di antara penilaian empiris dan gestur matematika dari jalinan kuantitatif. Data kuantitatif ialah data apa saja yang berupa angka seperti statistik, prosentase, dan sebagainya.

Periset menganalisa data dengan kontribusi statistik dan diharap beberapa angka itu akan mendapat hasil yang tidak bias yang bisa digeneralisasi untuk beberapa komunitas yang semakin besar. Untuk menegaskan pengetahuan kita mengenai riset kuantitatif, artikel ini akan membahas mengenai pemahaman riset kuantitatif, macam, ciri, dan cara menuliskannya.

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif sering dipakai dalam psikologi, ekonomi, demografi, sosiologi, marketing, kesehatan warga, kesehatan dan peningkatan manusia, study gender, dan pengetahuan politik; serta lebih jarang-jarang dalam antropologi dan riwayat.

Riset dalam pengetahuan matematika, seperti fisika, “kuantitatif” menurut pengertian, walau pemakaian istilah ini berlainan dalam konteksnya. Dalam pengetahuan sosial, istilah ini terkait dengan sistem empiris yang dari positivisme filosofis dan riwayat statistik.

Riset kualitatif hasilkan info cuman pada beberapa kasus tertentu yang ditelaah, dan ringkasan yang lebih umum hanya tesis. Sistem kuantitatif bisa dipakai untuk mengonfirmasi tesis yang mana betul.

Walau penyidikan kuantitatif dunia sudah ada semenjak orang pertama mulai merekam kejadian atau object yang sudah dihitung, ide kekinian mengenai proses kuantitatif berakar pada rangka positivis Auguste Comte. Positivisme mengutamakan pemakaian sistem ilmiah lewat pengamatan untuk mengetes secara empiris tesis yang menerangkan dan meramalkan apa, di mana, kenapa, bagaimana, dan kapan peristiwa terjadi.

Arah saat lakukan penelitian kuantitatif untuk tentukan jalinan di antara satu perihal (faktor mandiri) dan yang lain (faktor dependen atau hasil) pada suatu komunitas. Design riset kuantitatif ialah preskriptif (subyek umumnya diukur 1x) atau uji cobatal (subyek diukur sebelum serta sesudah tindakan). Sebuah study kasus preskriptif cuman memutuskan jalinan di antara faktor; sebuah study uji cobatal memutuskan jalinan karena karena.

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif diartikan sebagai interograsi struktural pada peristiwa dengan kumpulkan data yang bisa diukur dan lakukan tehnik statistik, matematika atau komputasi.

Riset kuantitatif mayoritas dilaksanakan dengan memakai sistem statistik yang dipakai untuk kumpulkan data kuantitatif dari study riset. Dalam sistem riset ini, beberapa periset dan pakar statistik memakai rangka kerja matematika dan teori-teori yang terkait dengan jumlah yang ditanyakan.

Templat riset kuantitatif memiliki sifat objektif, sulit, dan kerap kali, memiliki sifat investigatif. Hasil yang diraih dari sistem riset ini ialah rasional, statistik dan tidak bias. Penghimpunan data terjadi memakai sistem terancang dan dilaksanakan pada contoh yang semakin besar yang sebagai wakil semua komunitas.

Ini konklusif dalam maksudnya saat berusaha untuk menghitung permasalahan dan pahami berapa wajarnya dengan cari hasil yang bisa diprediksikan untuk komunitas yang semakin besar. Riset kuantitatif kumpulkan data berbentuk numerik yang bisa ditempatkan ke kelompok, atau dalam posisi rangking, atau diukur dalam unit pengukur. Tipe data ini bisa dipakai untuk membikin diagram dan tabel data mentah. Adapun pengertian riset kuantitatof menurut beberapa pakar, diantaranya sebagai berikut;

Creswell (1944)

Penelitian kuantitatif adalah sebuah penyidikan mengenai permasalahan sosial berdasar pada pengetesan sebuah teori yang terbagi dalam faktor-variabel, diukur dengan angka, dan dikaji dengan proses statistik untuk tentukan apa generalisasi prediktif teori itu betul.

Punch (1988)

Riset kuantitatif adalah riset empiris di mana beberapa datanya berbentuk suatu hal yang bisa dihitung. Riset kuantitatif memperhatikan penghimpunan dan analitis data berbentuk numerik.

Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)

Riset kuantitatif adalah riset yang dilandasi pada anggapan, selanjutnya ditetapkan faktor, dan seterusnya dianalis dengan memakai cara-cara riset yang benar, khususnya dalam riset kuantitatif.

Bryman (2005)

Proses riset kuantitatif diawali dari teori, tesis, disain riset, pilih subyek, kumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan tuliskan ringkasan.

Suriasumantri (2005)

Riset kuantitatif adalah riset yang sudah dilakukan dengan pengkajian pertimbangan yang karakternya ilmiah.Pengkajian ini memakai proses logico-hypothetico-verifikatif pada beberapa langkah riset yang sudah dilakukan.
Kasiram (2008) Riset kuantitatif bisa diartikan sebagai satu proses mendapati pengetahuan dengan memakai data berbentuk angka untuk alat menganalisa info mengenai apa yang ingin dijumpai.

Macam Penelitian Kuantitatif

Ada empat tipe khusus design riset kuantitatif, yakni preskriptif, korelasional, quasi-eksperimental dan uji cobatal. Ketidaksamaan di antara empat tipe itu khususnya terkait dengan tingkat yang direncanakan periset untuk mengontrol faktor dalam eksperimen. Berikut ialah deskripsi singkat dari tiap-tiap tipe design riset kuantitatif;

Penelitian Survei

Penelitian survey memakai interviu, quesioner, dan ambil contoh jajak opini untuk memperoleh kecermatan yang tinggi. Ini memungkinkannya beberapa periset untuk memandang sikap dan menyuguhkan penemuan secara tepat.

Baca Juga: Pengertian Gravitasi

Ini umumnya dipastikan dalam prosentase. Riset survey bisa dilaksanakan disekitaran satu barisan secara eksklusif atau dipakai untuk memperbandingkan kelompok-kelompok. Saat lakukan riset survey, penting supaya orang yang ditanyakan jadi contoh secara random. Ini memungkinkannya penemuan yang lebih tepat di semua spektrum informan yang semakin besar.

Penelitian Korelasional

Penelitian Korelasional mengeksploitasi jalinan di antara faktor memakai analitis statistik. Tetapi, dia tidak cari karena dan karena dan oleh karenanya, mayoritas memiliki sifat pengamatan dalam soal penghimpunan data. Harus diingat jika korelasi tidak selamanya memiliki arti sebab-akibat. Misalkan, karena hanya dua titik data disesuaikan tak berarti ada jalinan karena dan karena langsung.

Dalam riset korelasional, survey dilaksanakan pada minimum dua barisan. Pada mayoritas riset korelasional ada tingkat kecurangan yang turut serta dengan faktor detil yang ditelaah. Sesudah info diatur, selanjutnya dikaji secara matematis untuk menarik ringkasan mengenai dampak yang satu pada lainnya.

Penelitian Kuasi-Eksperimental (kausal-komparatif)

Pebelitian ini berusaha membuat jalinan sebab-akibat di antara dua faktor atau lebih. Riset ini tidak dilaksanakan di antara ke-2 barisan keduanya. Bukannya cuman cari jalinan statistik di antara dua faktor, riset ini coba mengenali, terutamanya, bagaimana kelompok-kelompok yang lain dikuasai oleh kondisi yang serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!