BEDAH BUKU: “ANAK SUPIR JADI WAKIL WALI KOTA”

1 min read

POV Ir. H. Imam Budi Hartono.

  • Dalam Buku ini menjelaskan, ketidakberdayaan Ekonomi jangan membuat kita sebagai manusia ciptaan Allah itu tidak sukses.
  • Semenjak di bangku SMA lah saya mengenal Islam secara baik/ mendalam.  Masa-masa di SMA itu masa yang paling emas dan jangan sampai salah gaul, karena kalau salah gaul, bisa jadi masalah untuk masa depan kita.
  • Sejak SMA saya sudah mulai dagang buku. Ada buku bagus terutama tentang Islam, Saya baca dulu bukunya setelah itu saya ceritakan kepada teman-teman sehingga tertarik dan akhirnya membeli bukunya ke Saya dan baca.
  • Penting untuk kita semua mengetahui “kita hari ini dalah bacaan kita kemarin”. Kalau kita tidak punya literatur/ bacaan, sesuai kata pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”.
  • Saya tidak kepikiran untuk kuliah, tapi karena teman ngajak saya untuk daftar ke UI yaudah saya ikut daftar dan Alhamdulillah lulus. Ketika diterima UI saya dan orangtua bingung, karena waktu itu harus bayar Rp120.000. Saya waktu itu juga ikut tes di Pendidikan Tinggi Gajah Tunggal dan saya diterima juga pada saat itu, beasiswa. Pengumuman nya itu berbarengan, jadi saya bingung harus milih kuliah dimana.
  • Akhirnya diskusi dengan orang tua dan istikharah dan Alhamdulillah disuruh ambil UI karena lebih bagus walaupun harus bayar. Tapi setelah masuk, ternyata banyak beasiswa disana dan saya dapat beasiswa 3 sekaligus.
  • Sukses itu tidak bisa berdiam diri. Dalam menjalani kuliah, saya tetap bekerja dan pernah tinggal di Masjid.
  • Saya dan Istri itu pacarannya setelah menikah. Dan tidak menjadi jaminan ketika orang pacaran itu mengenal dengan baik. Saya dengan istri itu dijodohkan oleh guru ngaji saya dan punya satu visi yang sama, hingga saat ini (29 tahun) sudah punya 5 anak dan 1 cucu.

Yang masih jomblo, terutama Akhwat persiapkan diri menjadi Ibu yang terbaik karena dari Rahim Ibu inilah lahir generasi yang baik, paham agama.

Nilai – nilai Ketuhanan yang harus menjadi patokan dalam melakukan kegiatan karena dengan nilai-nilai keislaman ini kita menjadi orang yang baik.

Rahmatan Lil ‘Alamin. Selain kita berhubungan baik dengan manusia, kita juga jangan lupa Islam mengajarkan kita untuk Rahmat bagi alam.


Penulis : Fatmitha Nabila

Prodi : Manajemen bisnis syariah STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.