Pengertian Inflasi: Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis dan Penyebabnya

3 min read

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi: Menurut Para Ahli, Jenis dan PenyebabnyaPengertian Inflasi: Menurut Para Ahli, Jenis dan Penyebabnya – Dalam perekonomian dunia, kita sering mendengar istilah inflasi. Bagi masyarakat awam, istilah ini membuat berita atau informasi yang diterima sulit dipahami. Secara umum inflasi adalah keadaan yang terus menerus mengalami kenaikan harga barang. Peningkatan ini akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan juga akan berdampak pada barang non esensial lainnya. 

Pengertian Inflasi

Besarnya penurunan daya beli akan menimbulkan kerusuhan di beberapa daerah. Tak heran, inflasi menjadi kondisi yang dihindari pemerintah. Untuk menjadi tesis atau landasan teori, kita tidak dapat mendefinisikan sesuatu semaunya dan sebanyak yang kita bisa. Karena adanya permintaan, maka pendapat para ekonom perlu dijadikan acuan. Selain itu, validitas pendapat atau gagasan dari para ahli bisa lebih akurat dibandingkan dengan masyarakat awam yang masih dalam taraf pembelajaran.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Untuk dapat membantu Anda dalam menjadikan dasar pemikiran, saya telah menyajikan beberapa pengertian inflasi yang dikemukakan oleh para ahli. Perbedaan yang muncul dari pemikiran beberapa ahli dapat dijadikan bahan untuk memperkaya ilmu. Selain itu, penggunaan teori yang berbeda dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang mungkin mengganggu pikiran Anda.

Menurut Bank Indonesia

Bank Indonesia adalah bank induk di negeri ini. Sehingga setiap kebijakan yang diambil digunakan sebagai jalur bagi unit ekonomi lainnya. Begitu juga dengan teori-teori yang dikemukakan. Bank Indonesia (BI) mendefinisikan inflasi dalam Kerangka Penargetan Inflasi “Inflasi adalah tren harga yang umum dan terus menerus”.

Menurut Boediono

Ia adalah salah satu kendala perekonomian di Bank Indonesia yang kemudian menjadi Wakil Presiden Indonesia dengan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono di masa jabatan keduanya. Keadaan ketika satu atau lebih barang naik maka harga bisa dikatakan inflasi. Namun, jika harga barang yang naik meluas dan menyebabkan kenaikan sebagian besar barang lainnya, disebut inflasi. ”Baca juga 4 Peran Lembaga Keuangan dan Jenisnya.

Baca Juga: Mengenal Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)

Lembaga ini berpendapat bahwa definisi inflasi adalah suatu nilai ketika tingkat harga berlaku dalam suatu bidang ekonomi. Sebagai salah satu indikator dalam mengamati kestabilan perekonomian di suatu daerah, perkembangan harga barang dan jasa secara umum dapat dihitung melalui indeks harga konsumen. Dengan demikian, tingkat inflasi sangat mempengaruhi besar kecilnya produksi suatu barang.

Winardi

Inflasi dalam suatu periode pada waktu tertentu, terjadi ketika daya beli sistem moneter menurun. Pengertian inflasi dapat muncul dari nilai uang yang disetorkan di atas yang melebihi jumlah barang atau jasa yang ditawarkan.

Dwi Eko Waluyo

Inflasi merupakan salah satu bentuk penyakit ekonomi yang sering muncul dan terlihat hampir di semua negara. Tren kenaikan harga pada umumnya terus menerus. Teori ini dikemukakan dalam bukunya yang berjudul Macroeconomic Theory yang terbit pada tahun 2002.

Sadono Sukirno

Dia adalah salah satu ekonom terkenal di Indonesia. Sadono Sukirno mengatakan inflasi merupakan proses peningkatan harga dalam suatu perekonomian. Pernyataan tersebut dikemukakan pada tahun 2002 dalam bukunya yang berjudul Makroekonomi pada halaman 15.

Bagaimana Asal Mula Inflasi?

Dari beberapa definisi inflasi yang telah dikemukakan oleh para ahli di dalam negeri, dapat kita justifikasi pengertian inflasi secara umum seperti yang dikemukakan di awal pembahasan. Selanjutnya, mari kita cari tahu lebih banyak tentang asal muasal inflasi. Dari mana datangnya inflasi ini dan kemudian menjangkiti seluruh negeri.

Inflasi Domestik

Inflasi domestik biasa disebut dengan inflasi domestik. Ekonom Indonesia Dwi Eko Waluyo dalam bukunya yang terbit tahun 2003 menyatakan bahwa inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga disebabkan oleh kondisi “shock” (guncangan) dari dalam negeri akibat perilaku masyarakat atau pemerintah yang mengakibatkan kenaikan harga ”.

Inflasi Luar Negeri

Dalam bahasa internasional, jenis inflasi ini dikenal dengan istilah inflasi impor. Yakni inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga barang impor. Jika dari segi inflasi, menurut beberapa ahli tentunya barang yang dimaksud masih tergolong barang yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bukan karena harga parfum naik, tapi inflasi.

Jenis Inflasi

Setelah mengenal definisi inflasi dari sumber yang dapat dipercaya dan memahami asal muasal inflasi, maka sudah sewajarnya kita mengenal beberapa jenis inflasi. Dwi Eko Waluyo mengkategorikan jenis inflasi ini berdasarkan tingkat keparahannya.

• Inflasi ringan à <10% per tahun. Jenis inflasi ini biasanya dapat ditoleransi.

• Inflasi à 10-30% pertahun. Inflasi ini mulai mendapat perhatian para pengamat ekonomi.

• Inflasi tinggi à 30-100%pertahun. Pada fase ketiga ini, inflasi telah menyiksa masyarakat.

• Hiper Inflasi à> 100% pertahun.

Meski sangat memprihatinkan, ternyata hiper inflasi pernah dialami Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Coba tanyakan pada orang tua atau kakek nenek yang pernah mengalami kondisi hiper inflasi ini. Bagian mana dari orang-orang yang paling menderita akibat insiden ini. Dalam pelajaran sekolah menengah disebutkan bahwa yang paling terkena hiper-inflasi saat itu adalah orang-orang yang menyimpan mata uang Jepang.

Pasalnya, pada masa transisi dari kolonialisme menuju kedaulatan, terdapat tiga jenis mata uang yang diterapkan di pasar. Hal ini tentu saja memperburuk kondisi perekonomian negara yang masih kacau balau akibat berbagai perang dan modal awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain dari apa yang telah dipaparkan di atas, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya inflasi. Perlu dicatat, terbukanya lapangan kerja yang luas dan perekonomian yang berkembang pesat akan mengakibatkan peningkatan belanja masyarakat. Sedangkan produksi barang dan jasa belum mampu memenuhi permintaan pasar.Teori ini dikemukakan oleh Sadono Sukirno dan dikenal dengan inflasi karena adanya tarikan permintaan.

Tentang Stagflasi

Stagflasi menggambarkan situasi dimana aktivitas ekonomi sedang menurun, pengangguran semakin tinggi dan pada saat yang sama proses kenaikan harga semakin cepat. (Sadono Sukirno, 2004; 336). Stagflasi sangat erat kaitannya dengan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga barang impor. Terutama minyak dunia yang menjadi poros berbagai bidang pekerjaan manusia. 

Tidaklah mengherankan jika mempromosikan penggunaan sumber daya dalam negeri dan membiasakan kemandirian ekonomi yang digemakan sejak era Presiden Soekarno akan sangat bermanfaat jika dilaksanakan.

Beralih ke domestik. Beban ekonomi negara yang menekan pada saat negara masih berkembang juga dapat menyebabkan inflasi. Inflasi yang didorong oleh biaya terjadi pada saat ekonomi berkembang pesat ketika tingkat pengangguran sangat rendah. 

Baca Juga: Bisnis Syariah Sebagai Pondasi Perekonomian

Setelah mengetahui pengertian inflasi baik secara umum maupun menurut para ahli, maka dilakukan gambaran mengenai penyebab terjadinya inflasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi. Secara umum penyebab inflasi adalah karena adanya kenaikan permintaan dan biaya produksi.

Penyebab Pertama Inflasi 

Adalah meningkatnya demand atau demand pull inflation. Inflasi ini dapat terjadi karena permintaan yang kuat atau ketertarikan publik terhadap suatu barang. Inflasi terjadi karena munculnya keinginan yang berlebihan dari sekelompok orang yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasar.

Keinginan yang terlalu berlebihan, permintaan meningkat, sedangkan penawaran masih konstan yang pada akhirnya menyebabkan harga naik. Semoga ini dapat mempertajam pengetahuan kita tentang inflasi menurut para ahli. Demikian penjelasan tentang pengertian inflasi semoga bermanfaat, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!