Keutamaan Malam Lailatul Qodar

1 min read

Lailatul Qodar merupakan malam yang mulia, penuh berkah dan keutamaan. Sebagimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Qodar ayat 1-3 :

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Artinya, amal perbuatan yang dilakukan pada malam ini lebih baik dari pada malam seribu bulan yang dikerjakan tidak pada malam Lailatul Qodar.

Keutamaan Malam Lailatul Qodar 

Waktu lailatul Qodar adalah pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadist dari Rasulullah SAW. dimana beliau bersabda yang artinya “Lailatul Qadar itu berada pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhori dan Abu Dawud)

Tepatnya pada malam-malam ganjil dari bulan tersebut, yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh dan malam dua puluh sembilan.

Hendaklah kita mencarinya pada sepuluh malam yang terakhir dari Bulan Ramadhan secara keseluruhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Carilah ia (lailatul qadar) pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan.” (Muttafaqun Alaih)

Lailatul Qadar ini sering kali jatuh pada malam kedua puluh tujuh, sebagaimana Ubay bin Ka’ab ra. pernah bersumpah: “Bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam kedua puluh tujuh. Lalu ditanyakan kepadanya: “Dengan apa engkau mengetahui hal itu? Ubay Menjawab: “Aku mengetahuinya melalui tanda-tanda yang diberitahukan oleh Rasulullah, bahwa matahari akan terbit pada pagi harinya seperti bejana tembaga yang tidak memancarkan sinarnya” (HR. Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)

Diriwayatkan oleh Abdurrazzak dari Ibnu Abbas ra. Di mana ia menceritakan: “Bahwa Umar pernah memanggil para sahabat Rasulullah dan menanyakan kepada mereka mengenai lailatul qadar. Mereka sepakat, bahwa lailatul qadar jatuh pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan. 

Do’a Malam Lailatul Qodar 


Kemudian Ibnu Abas berkata kepad Umar: “Aku mengetahui malam apa yang dimaksud. Lalu Umar bertanya: Malam apa yang dimaksud? Ibnu Abas menjawab: Malam ketujuh dari sepuluh malam yang terakhir. Maka umar bertanya lagi: Dari mana engkau mengetahui hal itu? Ibnu Abbas menjawab: Allah telah menciptakan tujuh langit, tujuh bumi serta tujuh hari dan waktu itu berputar dalam tujuh putaran.”

Disamping itu juga di riwayatkan, bahwa malam lailatul qadar itu adalah malam yang sangat terang dan penuh cahaya. “Yaitu, malam yang tenang dan tidak memancarkan panas yang menyengat serta tidak juga dingin menggigil, dimana Allah SWT telah membangunkan bagi sebagian orang di dalam tidurnya. Allah SWT juga telah membuka hati manusia atas berbagai pandangan yang memperlihatkan kepadanya akan masalah yang sebenarnya.

Disunahkan bagi kita muslim dan muslimah untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada malam lailatul qadar ini. Diriwayatkan dari Aisyah ra, dimana ia pernah bertanya kepada Rasulullah: “Wahai  Rasulullah, Jika aku mendapatkan malam ini, maka dengan apa aku harus berdoa? Beliau menjawab, bacalah doa ini:


“Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan yang suka memberi ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. At-Tirmidzi)

Dan Abu Hurairah ia berkata: sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar karena dorongan iman dan mengharapkan pahala, maka diberikan ampunan baginya atas dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun Alaih)

Wallahua’lam bish shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page