Strategi Bank Syariah Dalam Menghadapi New Normal

2 min read

Strategi Bank Syariah di era new normal

Strategi Bank Syariah Dalam Menghadapi New Normal – Pada bulan Maret 2020 dikabarkan, bahwa 2 masyarakat Indonesia telah terpapar virus yang pertama kali muncu di Wuhan, Tiongkok. Virus ini lebih dikenal dengan virus corona atau covid-19. Saat ini, jumlah masyarakat yang terpapar virus covid-19 terus meningkat dan telah banyak yang meninggal akibat paparan dari virus covid-19 ini.

Strategi Bank Syariah Dalam Menghadapi New Normal

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan menghimbau agar masyarakat Indonesia selalu menjaga kesehatan dengan cara menjaga kebersihan, selalu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dan tidak berkerumun atau keluar rumah jika tidak mendesak karena hal ini merupakan salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19.

Virus covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, akan tetapi juga berdampak pada sektor lainnya seperti sektor perekonomian. Adanya virus covid-19 ini menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan aturan dalam berinteraksi secara langsung untuk meminimalisisr penyebaran virus covid-19, sehingga pada bulan April 2020 pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang lebih di kenal dengan PSBB.

Pemberlakuan PSBB sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia, dimana dalam pemberlakuan PSBB banyak para pelaku usaha memilih untuk menutup usahanya sehingga pendapatannya menurun dari hari biasanya.

Adanya penyebaran virus covid-19 juga berdampak terhadap dunia perbankan, baik perbankan konvensional maupun perbankan syariah. Perbankan merupakan salah stau lembaga keuangan yang berfungsi sebagai intermediasi/perantara antara pihak defisit dengan pihak surplus. Perbedaan antara lembaga keuangan bank konvensional dengan lembaga keuangan bank syariah adalah prinsip yang dipakai dalam setiap transaksinya.

Bank konvensional adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa tabungan, giro, deposito dan atau yang dipersamakan dengan itu, kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman dan atau yang dipersamakan dengan itu.

Sedangkan bank syariah, bank syariah adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa tabungan, deposito, giro dan yang dipersamakan dengan itu, kemudian menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan dan atau yang dipersamakan dengan itu serta sesuai dengan hukum-hukum syariah yang telah ada pada lembaga keuangan syariah.

Dalam memulihkan kembali roda dalam sektor perekonomian, pemerintah Republik Indonesia menerapkan tatanan baru atau yang sering disebut dengan “New Normal”. “New Normal” merupakan suatu istilah yang ada pada dunia bisnis atau perekonomian yang merujuk pada kondisi keuangan setelah terjadinya krisis, seperti krisis yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Strategi Bank Syariah di Era New Normal

Dalam menghadapi New Normal, perbankan syariah telah menyiapkan beberapa strategi. Ketua Komite Bidang Sosial dan Konumikasi Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Indra Falatehan menyampaikan bahwa terdapat lima strategi bank syariah dalam menghadapi New Normal. Adapaun lima strategi tersebut, adalah sebagai berikut;

Pertama, bank syariah tetap melakukan mitigasi risiko dengan melakukan restrukturisasi dalam hal pembiayaan. Restrukturisasi yang dilakukan oleh bank syariah berguna untuk memulihkan kembali perputaran dana yang dimiliki oleh bank syariah, karena adanya pandemi seperti saat ini tidak sedikit para pelaku pembiayaan yang mengalami gangguang dalam pembayaran. Restrskturisasi tidak diberikan kepada seluruh pelaku pembiayaan bank syariah, bank syariah akan melakukan pemetaan terhadap siapa saja pelaku pembiyaan yang berhak menerima restrukturisasi.

Kedua, memacu pertumbuhan dalam sektor usaha, seperti dalam usaha gadai emas.

Ketiga, memacu layanan digital. Selain mengikuti perkembangan zaman yang seaat ini banyak memanfaatkan digital, layanan digital juga mampu memudahkan nasabah dalam melakukan transaski pada masa pandemi seperti saat ini, yang mana pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak guna meminimalisir penyebaran virus covid-19. Perbankan syariah harus melakukan inovasi-inovasi baru dan menambahkan fitur-fitur baru untuk mempertahankan nasabah dan menambah minat nasabah dalam menggunakan layanan dgital.

Keempat, melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM dengan memberikan arahan untuk memanfaatkan digital dengan tujuan membantu roda perekonomian agar terus berputas pada masa pandemi ini. Kelima, melakukan inovasi baru.

Startegi yang diterapkan oleh bank syariah dalam menghadapi New Normal ini diharapkan mampu mengembalikan perputaran dalam roda perekonomian walaupun akan banyak tantangan yang dihadapi oleh bank syariah. Salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan syariah adalah bagaimana perbankan syariah mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Perbankan syariah harus mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat bahwa penggunaan digital banking memiliki keamanan yang cukup untuk melindungi data-data serta dana yang dimiliki oleh nasabah yang ada pada m-banking, karena sesungguhnya bisnis yang ada pada lembaga keuangan adalah bisnis terkait kepercayaan yang dibangun oleh suatu lembaga terhadap masyarakat atau calon nasabah/anggota.

Penulis :

Thalbiyatul Ababillah Hasan (Mahasiswi STEI SEBI, Depok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!