Perkembangan teknologi informasi dalam dua dekade terakhir telah membawa dunia ke dalam era ekonomi digital, hampir seluruh aktivitas manusia sekarang terhubung dengan teknologi, mulai dari transaksi jual – beli, hiburan, hingga pendidikan. Gen Z adalah kelompok yang lahir pada rentang 1995 – 2010 merupakan generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, mereka di anggap sebagai “ digital netive “ karena sejak kecil sudah terbiasa dengan internet dan perangkat pintar. Namun di balik peluang besar yang di tawarkan ekonomi digital, terdapat banyak tantangan yang dapat menghambat Gen Z.
Saya berpendapat bahwa Gen Z mempunyai peran penting dalam perkembangan ekonomi digital. Akan tetapi, keberhasilan mereka dalam memanfaatkan peluang besar ini sangat bergantung pada kemampuan dan beradaptasi, literasi digital yang tinggi, dan strategi dalam mengelola resiko yang muncul.
Argumentasi pendukung :
Ekonomi digital memberi ruang besar unruk Generasi Z berwirausaha dan bekerja, profesi seperti content creator, digital marketer, menunjukan peluang kerja yang lebih luas. kemudahan akses literasi finansial melalui aplikasi digital yang membuat generasi muda lebih cepat belajar dan mengerti investasi atau mengatur keuangan sejak dini
Namun, tantangan juga tidak bisa diabaikan, Persaingan usaha digital semakin ketat hampir semua orang kini bisa membuka bisnis online. Resiko keamanan siber seperti penipuan dan pencurian data juga menjadi ancaman nyata. Belum lagi budaya konsumtif yang sering menjebak Generasi muda melalui iklan digital dan kemudahan belanja online. Semua ini menjadi hambatan besar jika tidak di sikapi dengan baik
Tinjauan Alternatif
Sebagian orang beranggapan bahwa ekonomi digital jutru memperburuk perilaku konsumtif Gen Z Namun menurut saya, hal ini bukanlah alasan untuk menolak perkembangan ekonomi digital. sebaliknya, yang di perlukan adalah literasi digital dan finansial yang tepat, sehingga Generasi Z mampu memanfaatkan peluang tanpa harus terjerumus dalam sisi negatif digitalisasi ekonomi.
Kesimpulan
Dapat disimpulakan bahwa ekonomi digital menghadirkan peluag besar sekaligus tantangan nyata bagi Generasi Z. Dengan peningkatan literasi digital, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, Generasi Z berpotensi menjadi penggerak utama dalam membangun perekonomian modern, oleh karena itu, sudah saatnya kita mendorong Gen Z untuk tidak sekedar menjadi konsumen digital melainkan juga mejadi inovator dan pelaku aktif dalam mengembangkan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Penulis : Novia Lestari
Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI

