AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN PADA INVESTASI JANGKA PANJANG

2 min read

Akuntansi Keuangan Lanjutan merupakan mata kuliah yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan teori dan teknik akuntansi dalam menghadapi permasalahan akuntansi yang bersifat kompleks. Mata kuliah ini tidak hanya menekankan aspek konseptual, tetapi juga menuntut kemampuan analisis dan penerapan standar akuntansi secara praktis sesuai dengan kondisi dunia usaha.

Sejalan dengan kurikulum berbasis kompetensi, Akuntansi Keuangan Lanjutan bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan agar siap menghadapi dunia kerja maupun mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri. Mahasiswa dilatih untuk memahami kasus nyata yang sering terjadi dalam praktik akuntansi, sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.

Salah satu fokus utama dalam Akuntansi Keuangan Lanjutan adalah akuntansi khusus, yang membahas perlakuan akuntansi pada transaksi-transaksi tertentu yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam. Akuntansi khusus mencakup berbagai topik, salah satunya adalah Investasi Jangka Panjang.

Investasi jangka panjang atau yang sering disebut sebagai aset tidak lancar merupakan aset yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk menahan nilai atau memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang relatif panjang, yaitu lebih dari satu tahun. Aset ini tidak dimaksudkan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat, melainkan untuk mendukung kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Manfaat utama dari investasi jangka panjang adalah memberikan manfaat ekonomi di masa depan, baik berupa pendapatan, peningkatan nilai aset, maupun pengendalian terhadap entitas lain. Oleh karena itu, aset tidak lancar biasanya digunakan dalam jangka waktu tertentu dan tidak mudah dicairkan menjadi kas dalam waktu singkat.

Secara umum, investasi jangka panjang memiliki tingkat likuiditas yang rendah, sehingga tidak dapat dengan mudah diperjualbelikan dalam jangka pendek. Aset ini biasanya baru dapat dicairkan dalam jangka waktu lebih dari tiga hingga lima tahun, tergantung pada jenis investasi dan kebijakan perusahaan.

Dalam praktik akuntansi, investasi jangka panjang memerlukan perlakuan khusus karena berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, serta penyajian dalam laporan keuangan. Pemahaman yang tepat mengenai investasi jangka panjang sangat penting agar laporan keuangan dapat mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara wajar dan akurat, Contoh investasi jangka panjang yaitu tanah, bangunan, mesin, peralatan kantor, kendaraan, saham, reksa dana, properti, deposito, dan asuransi kesehatan jiwa.

Investasi jangka panjang adalah kegiatan penanaman dana yang dilakukan untuk membangun dan meningkatkan kekayaan di masa depan. Investasi umumnya dilakukan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun, sehingga memungkinkan investor memanfaatkan pertumbuhan nilai aset (pertumbuhan modal) secara optimal seiring berjalannya waktu.

Tujuan dari investasi jangka panjang adalah untuk mencapai keamanan dan kebebasan finansial. Investasi banyak digunakan sebagai sarana persiapan dana pensiun, agar seseorang memiliki dana yang cukup untuk menjalani kehidupan yang nyaman di hari tua tanpa bergantung pada penghasilan aktif.

Selain itu, investasi jangka panjang juga bertujuan untuk menyiapkan dana pendidikan anak, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi yang membutuhkan biaya besar di masa depan. Tujuan lainnya untuk mengumpulkan modal dalam rangka pembelian aset besar, seperti rumah, properti, atau aset produktif lainnya. Melalui investasi jangka panjang, individu maupun perusahaan dapat membangun kekayaan secara bertahap melalui proses akumulasi aset dan peningkatan nilai investasi.

Investasi jangka panjang berperan penting dalam melawan inflasi, yaitu menjaga daya beli uang agar tidak tergerus oleh kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Dengan memilih instrumen investasi yang tepat, nilai investasi diharapkan dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi. Investasi jangka panjang juga memberikan pendapatan pasif, seperti dividen dari saham, bunga dari obligasi, atau pendapatan sewa dari properti. Pendapatan ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan. Dalam perusahaan, investasi jangka panjang juga dapat bertujuan untuk memperoleh kepemilikan modal atau pengaruh (kontrol) terhadap perusahaan lain.

Manfaat lain dari investasi jangka panjang adalah mengurangi dampak fluktuasi pasar jangka pendek. Jangka waktu yang panjang memungkinkan investor untuk menghadapi gejolak pasar dengan lebih stabil, sehingga potensi kerugian dapat diminimalkan. Selain itu, investasi jangka panjang memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang lebih besar, baik melalui capital gain maupun bunga berbunga (compound interest), sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan kekayaan yang signifikan dalam jangka waktu yang panjang.


Penulis : Annisa Nursabrina Apriliana

Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Seedbacklink