Pakaian Adat Jawa Barat Dan Penjelasan Keunikannya

3 min read

Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian Adat Jawa Barat Dan Penjelasan Keunikannya – Pakaian Adat Jawa Barat telah menempel pada budaya Sunda. Budaya Sunda adalah kebudayaan paling tua di Indonesia. Banyak macam dan wujud budaya jawa barat terutamanya sunda yang paling ciri khas.

Pakaian Adat Jawa Barat

Dan beberapa diantaranya ialah peninggalan nenek moyang yang tidak ternilai harga dan harus dipertahankan. Selainnya daripada nilai-nilai kesopanan mulia yang dijunjung tinggi, kita mengenali banyak sekali warisan budaya nenek moyang yang pasti harus selalu dilestarikan selama-lamanya.

Seperti kesenian tradisionil tari, alat musik Sunda, huruf aksara sunda dan lain-lain. Selainnya dari yang disebut sebelumnya, suku Sunda mempunyai peninggalan tradisi yang tidak kalah berharganya.

Baju Adat Sunda

Daerah Sunda tentunya mempunyai baju yang unik. Maknanya berlainan dengan pakaian dari wilayah yang lain yang pasti punyai kekhasan tertentu. Secara geografis, Sunda ada di Pulau Jawa samping barat, mencakup Banten dan Jawa Barat.

Jadi Baju Adat Jawa Barat itu sama juga maknanya dengan Pakaian Tradisi Sunda. Meskipun pada realitanya orang dari suku Sunda sekarang sudah banyak menebar di beberapa pelosok nusantara atau dunia.

Namun untuk jaman saat ini, pengelompokan pakaian tradisi Sunda berdasarkan pada strata sosial atau status dalam masyarakat itu tidak berkaitan. Tidak boleh cuman ketahui tipe saja tanpa ketahui artinya.

Namun walau demikian, bagaimana sebetulnya realisasi dan keterangan mengenai baju Sunda dalam 3 tipe barisan strata sosial itu. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Komplet dengan beberapa nama pakaian tradisi Sunda yang terkait dan kekhasan baju tradisi Jawa Barat.

Baju Pangsi dan Kebaya Sunda + Kain Kebat (Baju Kelas Bawah)

Pengelompokan pakaian tradisi Jawa Barat untuk orang kelas biasa dan bawah. Baju untuk kelas biasa kelihatan simpel dan berkesan kedaluwarsa. Golongan kelas bawah umum diketahui golongan petani di kelompok masyarakat Sunda.

– Pakaian laki-laki.

Untuk lelaki, biasa menggunakan celana sama ukuran besar atau umum disebutkan ‘celana komprang’ atau pangsi. Untuk atasannya diberi nama pakaian salontréng. Tetapi biasanya gabungan baju atas bawah dikatakan sebagai pakaian pangsi. Tak lupa dengan sarung sebagai selempang untuk ciri-ciri uniknya. Untuk alas kaki memakai sandal tarumpah dibuat dari kayu untuk aksesori, biasa sabuk, ikat kepala (logen) dengan mode Barambang Semplak dan atau Hanjuang Nangtung.

– Pakaian Perempuan.

Baju wanitanya itu umumnya kenakan kain batik yang panjang (sarung kebat). Atau disebutkan dengan Sinjang Bundel sebagai bawahan. Selanjutnya menggunakan beubeur disebutkan sabuk atau ikat pinggang diperlengkapi dengan kamisol dan kebaya. Ke-2 pola ini dibalut dengan batik yang anggun. Alas kaki kenakan sandal capit keteplek.

Beskap – Pakaian Adat Sunda untuk Acara Resmi

Beskap nama baju ciri khas Bandung yakni semacam baju sah untuk lelaki. Pakaian tradisi sunda yang ini untuk moment sah. Beskap mempunyai struktur tebal, kerah pakaiannya pun tidak mempunyai lipat. Berwarna bermacam tetapi umumnya memiliki warna gelap dan selalu polos.

Jika disaksikan dari jarak dekat, ada ketidaksamaan ukuran potongan beskap pada bagian depan yang tidak simentris. Maksudnya untuk penggunaan aksesori yang cukup berat seperti keris. Skema kancingnya ke samping. Beskap nyaris selalu dipadankan dengan jarik, yaitu semacam kain panjang yang diikatkan untuk tutupi kaki.

– Pakaian untuk Mojang (Wanita).

Beberapa Mojang atau wanita biasa tentunya menggunakan pakaian berbentuk kebaya dengan gabungan warna polos. Dan atasan memakai kain. Tidak lupa memakai selop disamakan dengan kebaya. lupa penggunaan ikat pinggang (beubeur) untuk dikencangkan dengan kain. Selanjutnya menggunakan selendang atau karembong.

– Pakaian untuk Jejaka.

Adapun beberapa Jejaka (pemuda) pada acara penting sering kenakan atasan yakni Beskap atau jas tertutup dengan warna hitam. Celana panjang umumnya disamakan dengan warna pakaian. Kepala memakai penutup semacam peci (bendo). Dan pemakaian selop (kelom) untuk alas kaki. Asessoris jam (jam tangan) emas yang terpasangkan dengan diapit di kantong. Pakaian sah ini bisa juga terhitung dalam barisan pakaian tradisi Sunda kekinian atau pakaian tradisi Jawa Barat kekinian.

Pakaian Pengantin Sunda

– Untuk Wanita.

Baju / pakaian yang dikenai pengantin wanita ialah kebaya brokat. Aksesori gelang, cincin permata dan dua kalung (pendek dan panjang) yang digunakan bertepatan. Bawahanya memakai kain batik kebat Lereng Eneng Prada.

– Untuk Pria.

Adapun untuk pengantin prianya kenakan Jas Membuka Prangwedana dengan warna yang disamakan dengan mempelai wanita. Begitu juga dengan kain batik yang digunakan. Untuk penutup kepala (Bendo) dengan hiasan permata. Selanjutnya pada bagian bawahadalah Boro Sarangka, yaitu semacam kantong atau tempat untuk simpan keris.

Baju Adat Sunda untuk Anak-anak.

Untuk wanita menggunakan kebaya sunda, dengan kain kebat. Untuk anak lelaki yakni meggunakan beskap, dengan bendo dan kain kebatnya. Dapat dipakai untuk acara tertentu seperti peringatan hari Kartini dan wisuda sekolah.

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat :

Baju Adat Jawa Barat memiliki beberapa kekhasan yang penting Anda kenali, berikut 4 Kekhasan baju Tradisi Jawa Barat.

1. Aksesori Penutup Kepala Untuk Pria (Bendo).

Pakaian Tradisi Jawa Barat untuk Pria diperlengkapi dengan accessories penutup kepala yang disebutkan dengan Bendo. Dan untuk baju kenakan jas taqwa yang dibuat dari tipe kain dodot. Aksesori yang lain ialah keris dan kalung.

2. Celana untuk Pria cuman sampai Betis.

Model Celana tradisi Jawa Barat ini cukup unik, karena panjangnya tidaklah sampai bawah tetapi cuman sampai wilayah betis dan berupa komprang. Untuk Aksesori pendamping ada ikat pinggang berbahan kulit.

3. Aksesoris Ikat Pinggang untuk Wanita (Beuber).

Pakaian Khas Wanita Jawa Barat ialah kebaya dengan kenakan ikat pinggang yang bernama Beuber. Ikat pinggang ini dibuat dari kain kebat, dan untuk aksesori yang lain yakni mahkota, selanjutnya rambut yang dihias atau digelung jucung plus tambahan serangkaian bunga. Dan untuk alas kaki atau sandalnya disebutkan dengan kelom geulis.

4. Jenis Pakaian Berdasarkan Status Sosial.

Di Jawa Barat untuk acara tradisi umumnya ada ketidaksamaan baju yang dikenai oleh tiap orang. Semua bergantung dari status sosialnya dimulai dari bangsawan sampai warga secara umum. Ini berlaku untuk semuanya kelompok, muda, tua, wanita, pria, anak anak atau dewasa.

Sekian artikel mengenai pakaian Adat Jawa Barat ini. Silahkan kita melestarikan budaya wilayah kita masing-masing, karenanya sebagai warisan leluhur sebagai keunikan negara Indonesia. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!