Pengertian Kompetensi: Jenis-Jenis, Cara dan Manfaatnya

6 min read

Pengertian Kompetensi

Pengertian Kompetensi: Definisi Menurut Para Ahli, Jenis-Jenis, dan Manfaat Kompetensi – Halo sahabatnesia, pada kesempatan ini kami akan mencoba untuk mengulas tentang Apa itu Kompetensi. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan kompetensi (competency)? Jadi, pengertian secara umumnya yaitu kompetensi adalah sebuah kecakapan atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas yang di embannya di bidang tertentu, sesuai dengan ke ahlian atau jabatan yang disandangnya.

Pengertian Kompetensi

Pada keseharian dunia kerja, kompetensi ini sering disamakan dengan kecakapan untuk melakukan sesuatu dan saling mempengaruhi semua aspek dalam kegiatan organisasi tersebut. Jadi, tanpa oragnisasi tersebut memililki kompetensi yang baik, maka sebuah organisasi akan berjalan tidak lancar atau ada sebuah hambatan, ketika hendak mencapai tujuannya tersebut.

Ada juga yang berpendapat lain, mereka mengatakan arti kompentesi adalah suatu keterampilan, sikap dasar, pengetahuan, dan nilai yang terdapat dalam diri seseorang yang mana tercermin dari kemampuan dia berpikir dan bertindak secara konsisten. Dengan kata lain, kompetensi tidak hanya menitik beratkan tentang sebuah kemampuan seseorang atau pengetahuan saja, namun juga sebuah kemauan dalam melakukan apa yang orang itu ketahui sehingga hal ini bisa menghasilkan manfaat bagi dirinya, organisasi atau lingkungannya.

Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

Nah, dari beberapa defisini kompetensi secara umum diatas ada juga beberapa defisini kompetensi menurut para ahli seperti halnya yang ada dibawah ini:

Menurut KBBI

Berdasarkan KBBI, arti kompetensi adalah sebagai (“kemampuan atau keterampilan”.)

Menurut UU No 13 Tahun 2003

Arti Kompetensi adalah (“sebuah kemampuan seseorang mengenaI keterampilannya, wawasannya, sikap kerjanya yang sesuai dengan standar atau aturan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan”.)

Robert A,Roe (2001)

Menurut Robert A Roe, mendefisinikan kompetensi merupakan sebuah gambaran kemampuan seseorang untuk dapat melaksanakan setiap tugas atau perannya, mulai dari kemampuan dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai pribadi, hingga kemampuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang pernah dilakukan.

Echols dan Shadly

Secara bahasa, etimlogy kompetensi berasal dari bahasa inggris “competency” yang memiliki arti “kemampuan atau kecakapan”.

Drs. Budiman Sanusi Mpsi

Menurut Drs Budiman, kompetensi adalah “keseluruhan dari pengetahuan, perilaku, keterampilan dan sikap yang diperlihatkan oleh orang yang berhasil dalam mengerjakan tugas yang di embannya dengan hasil yang baik/optimal”.

Jadi, pada intinya adalah dalam mengembangkan kompetensi seseorang ini memerlukan peranan dari perusahaan dan karyawan itu sendiri. Oleh karena itu, seorang karyawan dan perusahaan juga harus saling bersinergi untuk menciptakan suatu kompetensi yang baik demi tercapainya tujuan perusahaan itu sendiri.

Pengaruh Kompetensi di Lingkungan Kerja

Perlu kalian ketahui bahwa kompetensi ini memiliki pengaruh yang sangat penting dalam lingkungan dunia kerja. Hal ini dikarenakan dengan kompetensi berjalan beriringan dengan perkembangan suatu perusahaan. Maka semakin tinggi kompetensi di lingkungan kerja, tentu akan semakin tinggi pula perkembangan perusahaan tersebut, sehingga perusahaan ini lebih mudah mencapai tujuannya. Jadi, kompetensi juga berperan membantu perusahaan untuk mengetahui sejauh apa karyawan itu dapat berkontribusi sesuai dengan visi misi perusahaan yang telah ditetapkan. Baca Juga ulasan lainnya di Mediasiana.com

Pakar kependidikan, Bpk Surya Dharma, MPA, Ph.D memaparkan, untuk bisa mencapai sebuah proses perolehan kompetensi maka harus melalui penilaian khusus, diantaranya sebagai berikut ini:

Aspek Pengakuan (Recognition)

Aspek pengakuan ini merupakan suatu proses pengenalan, dimana para individu akan diberikan suatu pilihan terhadap sebuah kompetensi yang relevan.

Biasanya dalam penilaian ini, individu harus memilih salah satu aspek yang menurutnya itu sesuai dengan pengalamannya. Hal ini bertujuan untuk melihat potensi dari individu tersebut.

Aspek Pemahaman (Understanding)

Dalam aspek pemahaman ini, pihak individu akan diberikan pemahaman tentang sebuah uji kompetensi itu sendiri. Jadi, hal ini bertujuan untuk melihat hasil dari penerapan sebuah kompetensi.

Pengkajian (Assessment).

Pengkajian adalah salah satu bentuk dari hasil kesimpulan kompetensi yang diikuti oleh para peserta.

Jadi, dengan demikian, individu tersebut akan mengetahui batasan-batasan yang dimilikinya. Dalam hal ini kompetensi ini bertujuan untuk membangun motivasi yang jelas, agar para peserta lebih ideal.

Umpan balik (Feedback).

Umpan ini merupakan sebuah latihan agar para peserta dapat mengimplementasikan minat dan aspek yang masih berkaitan dengan individu dalam sebuah kompetensi.

Permohonan kerja (Job Application)

Nah, setelah kita melakukan serangkaian penilaian kompetensi dan beberapa latihan selanjutnya para peserta dapat mengimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Jenis-Jenis Kompetensi

Adapun untuk menilai sebuah kompetensi, maka harus dilakukan suatu penilaian yang lebih spesifik. Sehingga dalam hal ini kompetensi sendiri, dapat dibagi menjadi 5 (lima) bagian, yaitu:

  1. Penilaian kompetensi intelektual, merupakan sebuah penilaian terhadap seperangkat pengetahuan yang ada dalam diri seseorang, dimana ini yang menjadi acuan dan diperlukan untuk menunjang kinerjanya.
  2. Penilaian kompetensi fisik, merupakan suatu penilaian untuk melihat kemampuan fisik seseorang, hal ini nantinya dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas orang tersebut.
  3. Penilaian kompetensi pribadi, merupakan suatu penilaian perilaku yang masih berhubungan dengan kemampuan seseorang. Dalam hal ini bertujuan untuk mengenali karakteristik yang mendalam. Seperti halnya mental, ketelitian, pengambilan keputusan, dan lainnya.
  4. Penilaian kompetensi sosial, merupakan suatu penilaian pada perilaku individu tertentu yang masih berkaitan erat dengan lingkungan sosialnya.
  5. Penilaian kompetensi spiritual, merupakan suatu penilaian pemahaman spiritual seseorang, seperti halnya penghayatan spiritualnya, dan juga penilaian terhadap pengamalan nilai serta kaidah keagamaannya.

Manfaat Dari Sebuah Kompetensi

Uji kompetensi ini memang kerap dilakukan oleh pihak perusahaan atau lembaga pemerintahan untuk mendapatkan sumberdaya yang mumpuni. Sedangkan kompetensi sendiri bergerak dalam dunia yang luas karena ini biasanya meliputi dunia pendidikan dan dunia lapangan kerja.

Agar lebih detail, silahkan simak beberapa manfaat dari sebuah kompetensi:

  • Hal ini berfungsi sebagai acuan yang dipakai dalam penyusunan standar kerja dan juga mampu memberikan hal- hal yang diinginkan oleh perusahaan.
  • Penilaian kompetensi dalam suatu individu, merupakan sebuah alat yang cukup ideal yang dipakai dalam proses seleksi tenaga kerja yang ideal dan juga potensial bagi perusahaan.
  • Penilaian kompetensi ini dirasa mampu melihat kemampuan para calon tenaga kerja dan tidak kalah yang utama yaitu tentu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
  • Uji Kompentensi ini diharapkan mampu membantu sebuah lembaga untuk terus berkembang dan beradaptasi terhadap segala aspek perubahan yang mana setiap saat terus berkembang.
  • Jadi dalam hal ini maka setiap individu patut mempersiapkan diri bila dirinya akan menghadapi sebuah penilaian sebuah kompetensi.

Aspek mental suatu individu adalah sesuatu hal yang patut diperhatikan agar penilaian kompetensi ini bisa tercapai nilai yang maksimal.

Cara Meningkatkan Kompetensi Kerja

Karena kompetensi ini akan saling mempengaruhi satu sama lain, maka perusahaan harus turut serta membantu dalam meningkatkan kompetensi karyawan di lingkungan kerjanya. Adapun cara perusahaan untuk meningkatkan kompetensi kerja karyawan yang ada di lingkungan kerjanya bisa dengan berbagai macam kegiatan.

Kegiatan yang positif dan edukatif dalam meningkatkan kompetensi kerja oleh perusahaan harus dilakukan secara berkelanjutan (kontinue) agar nantinya dapat mempertahankan konsistensi kinerja karyawannya, mengevaluasi kinerja yang dinilai masih kurang, dan juga mengembangkan kualitas kinerja karyawan agar bisa jauh lebih baik. Berikut adalah cara – cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kompetensi kerja karyawan:

1# Pelatihan Skill Secara Professional

Jadi, program pelatihan karyawan ini merupakan salah satu agenda yang sangat penting bagi perusahaan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi karyawannya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masing-masing individu, dengan program pelatihan yang dilakukan secara profesional juga dapat meningkatkan dan mempertahankan produktivitas dan kinerja perusahaan.

2# Job Enrichment

Job enrichment ini bertujuan untuk memberikan job desk dan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepada karyawan. Biasanya untuk penambahan job desk ini bisa berupa kompleksitas system mau pun suatu kuantitas job desk itu sendiri. Misalkan seorang karyawan bagian teknisi menangani mesin. Kemudian pihak HRD akan memberikan tugas baru berupa pengelolaan mesin baru yang lebih canggih. Jadi, dalam hal ini para karyawan akan tertantang untuk melaksanakan tugasnya dan tanggung jawab baru sehingga bisa meningkat kompetensi yang mereka miliki.

3# Studi Banding

Studi banding adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah knowledge karyawan di perusahaan, dengan harapan hal ini dapat meningkatkan kompetensi karyawan jauh lebih baik lagi. Studi banding ini biasa dilakukan sesama perusahaan yang bergerak dibidang sejenis atau pun kompetitornya. Studi banding juga dapat mendorong karyawan lebih inovatif dan mendapatkan gagasan baru atau ide yang jauh lebih kreatif. Tentu dengan adanya dorongan pada karyawan tersebut akan meningkatkan motivasi jauh lebih berkembang sejalan dengan meningkatnya kompetensi.

4# Promosi

Dengan adanya job desk, tanggung jawab ini memberikan kesempatan lebih besar pada karyawan untuk mengembangkan karirnya. Sehingga kumpulan tugas baru yang mereka emban secara tidak langsung dapat membuat karyawan lebih terdorong bekerja jauh lebih rajin. Promosi Jabatan adalah pemindahan tugas karyawan dari posisi atau jabatan yang sekarang ke posisi atau jabatan lain yang lebih tinggi dengan naiknya upah dan tunjangan.

5# Rotasi Kerja

Alasan kenapa perlunya Rotasi Jabatan. Kita tahu bahwa rutinitas kerja yang monoton akan berdampak buruk bagi semangat kerja karyawan, bisa-bisa membuat karyawan bosan dan menurunkan tingkat produktivitas. Karena dengan adanya penurunan tingkat produktivitas ini dapat menimbulkan penurunan tingkat kompetensi. Maka dari itu rotasi kerja perlu dilakukan. Definisi rotasi kerja adalah penempatan seorang karyawan cabang di tempat lainnya dengan scope job desk dan divisi yang masih serupa dengan yang ada. Sehingga dengan begini seorang karyawan akan mempunyai suasana baru dan rutinitas baru yang tidak membosankan serta hal ini diyakini dapat merangsang mereka bekerja lebih efektif dan efisien.

6# Membangun Team Work

Kita tahu bahwa sebuah perusahaan itu terdiri dari bermacam individu dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ya, walau berbeda, tentu membangun team work sangatlah penting karena ini akan mempermudah dan mempercepat realisasi tujuan perusahaan. Singergi antar karyawan dengan masing-masing job desk dalam sebuah team work yang baik akan melahirkan solusi yang lebih tepat dan cermat untuk memecahkan tantangan yang sedang dihadapi perusahaan.

7# Ciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan

Janganlupa ciptakan juga lingkungan kerja yang menyenangkan, hal ini bisa melalui penataan fasilitas yang baik, dibutuhkan peran karyawan dalam membangun suasana yang harmonis antar karyawan. Dengan adanya fasilitas yang memadahi akan menjadikan karyawan lebih fokus dalam bekerja. Adanya suasana kerja yang harmonis, akan membuat karyawan merasa betah dan memiliki sense of belonging dalam perusaannya. Cara tersebut diatas akan membuat lingkungan kerja jauh lebih menyenangkan bagi karyawan.

8# Lakukan Kegiatan di Luar Rutinitas

Untuk menjalin hubungan yang baik antar karyawan maka bisa juga mengadakan kegiatan di luar, rutinitas ini bisa berupa rekreasi maupun sekadar makan bersama. Meskipun hal ini tidak sering dilakukan, kegiatan semacam ini mampu menarik hati karyawan, dan mereka akan merasa senang dan betah di lingkungan kerjanya. Karena ketika karyawan itu merasa betah dan senang bekerja di suatu perusahaan, maka mereka akan temotivasi untuk meningkatkan kompetensinya.

9# Pesonal Development

Jadi, kepribadian Personal merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari seorang individu itu sendiri. Oleh karena itu, pihak HRD pada suatu perusahaan dapat membuat suatu kegiatan yang membangun kepribadian personal yang baik. Dengan adanya kepribadian personal yang baik akan menjadikan relasi antar karyawan lebih kompak dan solid.

Akhir Kata

Nah, itulah Pengertian Kompetensi: Definisi, Jenis-Jenis, dan Manfaat Kompetensi yang dapat kami sajikan. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman bagi Sahabatnesia. Terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian saja yang dapat kami sajikan, sampai jumpa lagi pada pembahasn yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!