Pengertian Simpati: Arti, Contoh, dan Perbedaannya dengan Empati

1 min read

Pengertian Simpati

Pengertian Simpati dan Simpati adalah : Arti, Contoh, dan Perbedaannya dengan Empati – Apa yang dimaksud dengan simpati (sympathy)? Pada umumnya, pemahaman simpati ialah satu hati peduli dan perhatian pada seseorang dan dibarengi karena ada keterkaitan individu yang cukup dalam.

Pengertian Simpati

Opini lain menjelaskan makna simpati ialah satu proses mental di mana seorang rasakan minat ke orang lain, baik pribadi atau satu kelompok orang, karena sikap, wibawa, performa, atau tindakan yang sebegitu rupa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemahaman simpati ialah rasa kasih; rasa sepakat (kepada); rasa sukai, kesertaan rasakan hati (suka, sulit, dan lain-lain) seseorang. Ini bisa disaksikan dari beberapa ciri orang yang bersimpati, misalnya; perduli pada kesusahan seseorang, memberinya perhatian ke seseorang.

Dalam prosesnya, simpati mengikutsertakan pikiran dan perasaan manusia. Tetapi, tidak seperti empati, simpati tidak mengikutsertakan sudut pandang atau emosi sama orang lain hingga orang yang bersimpati tidak dapat tempatkan dianya pada status seseorang.

Perbedaan Simpati dengan Empati

Simpati dan empati bisa jadi sama-sama jalan bertepatan, tetapi tidak selamanya. Seorang dapat bersimpati ke orang lain, tetapi tidak secara tegas memiliki empati sama mereka. Merujuk pada pemahaman simpati, berikut ialah ketidaksamaan simpati dengan empati:

Empati lebih dalam dibanding simpati. Dalam masalah ini, simpati cuman pada tingkat bisa rasakan kasihan pada seseorang, dan empati bisa rasakan yang dirasakan oleh seseorang hingga muncul kemauan dan usaha untuk menolong menuntaskan permasalahan seseorang.

Simpati ialah satu tanggapan support, dan empati sebagai sikap untuk pahami seseorang. Tanggapan berbentuk simpati tidaklah sampai pada tahapan penuntasan permasalahan, dan empati bisa membuat seorang pahami seseorang dan ingin usaha menolong pecahkan permasalahan.

Simpati berdasar factor kesamaan, empati berdasar factor ketidaksamaan. Biasanya kesamaan nasib membuat seorang berasa simpati sama orang lain, dan empati muncul walau tidak alami hal sama sama orang lain.

Simpati umumnya spontan, dan empati mengikutsertakan factor kognitif dan afektif. Tanggapan simpati umumnya ada secara spontan saat menyaksikan atau dengar satu berita, dan proses empati akan mengikutsertakan kognitif dan afektif di mana seorang ikut usaha menuntaskan permasalahan seseorang.

Contoh Bentuk Simpati

Ada banyak sekali contoh wujud simpati seorang pada seseorang di kehidupan bermasyarakat. Merujuk pada pemahaman simpati, adapun contoh-contoh wujud simpati ialah seperti berikut:

  • Mengucapkan selamat ke orang yang lain sudah sukses menuntaskan study atau pekerjaannya.
  • Mengucapkan selamat dan ikut datang dalam pernikahan famili atau keluarga.
  • Mengucapkan ikut bersedih cita ke orang yang lain kehilangan orang yang disayangi.
  • Memberinya kontribusi suka-rela ke warga yang terserang musibah alam, baik dalam negeri atau di luar negeri.

Membagi info bernilai ke orang lain lewat sosial media.
Ikut jaga keamanan dan kenyamanan aktivitas keagamaan, baik yang satu agama atau yang lain agama.

Baca Juga: Pengertian Simbiosis

Masih ada banyak sekali contoh sikap simpati seorang pada seseorang, baik secara pribadi atau satu kelompok orang. Sikap dan perlakuan bersimpati ke orang lain sebagai wujud hati peduli pada setiap orang, baik itu orang paling dekat atau yang tidak dikenali. Dan pernyataan sikap simpati ini umumnya dibarengi dengan kemauan supaya seseorang jadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!