Penulisan Di dan Ke Sebagai Awalan dan Kata Depan

3 min read

Penulisan Di dan Ke Sebagai Awalan dan Kata Depan – Dalam penulisan bahasa Indonesia, terdapat 2 kata yang sering salah penggunaannya. Penulisan di dan ke sebagai awalan dan kata depan tidak jarang tertukar secara tidak sadar. Keduanya tidak berbeda ketika digunakan dalam bahasa lisan. Namun bahasa tulisan memiliki aturannya sendiri agar pesan dari sebuah kalimat dapat tersampaikan dengan tepat.
 

Pengertian Awalan dan Kata Depan

 
Untuk memahami perbedaan penulisan di dan ke sebagai awalan dan kata depan, perlu dipahami dulu definisinya. Keduanya memang serupa, namun memiliki perbedaan yang jelas saat digunakan pada bahasa tulis.

Awalan
 
Sebuah kata dapat diberikan imbuhan untuk menciptakan sebuah kata baru yang merupakan turunan atau masih berhubungan dengan kata dasarnya. Pemberian imbuhan ini bisa diletakkan di awal, tengah, mau pun akhir kata sesuai dengan kebutuhan. Imbuhan yang terletak di awal disebut dengan awalan.
 
Ada beberapa jenis awalan, seperti me-, be-, pe-, serta termasuk juga di- dan ke-. Sebagaimana cara penulisan imbuhan lainnya, setiap awalan selalu menempel dengan kata yang mengikutinya. Aturan ini juga merupakan salah satu ciri awalan. Khusus untuk di-, kata sesudahnya biasanya berupa kata kerja alias verba. Sebuah kata kerja yang diawali di- akan berubah makna menjadi bentuk pasif. Misalnya, dibawa, dimakan, dicuci, dan sebagainya.
 
Sementara dari awalan ke- bisa terbentuk beberapa kelas kata. Contohnya adalah ketua, yang merupakan kata benda atau nomina; ketemu sebagai contoh kata kerja atau verba; serta kedua untuk numeralia.

 
Kata Depan
 
Disebut juga preposisi, kata depan memiliki fungsi untuk menyatakan berbagai keadaan yang berhubungan dengan kata di belakangnya. Peletakannya bisa berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata keterangan. Beberapa hal yang bisa dinyatakan dengan kata depan antara lain alat, pelaku, arah, dan tempat.
 
Sementara itu, beberapa contoh kata depan di antaranya dari, di, ke, oleh, dengan, untuk, serta tentang. Penulisan kata depan harus dipisah dengan kata di belakangnya. Ini adalah perbedaan paling jelas antara kata depan dengan awalan.
 
Membedakan Penulisan Di dan Ke Sebagai Awalan dan Kata Depan

Beberapa awalan seperti pe- dan be- bukan merupakan kata depan. Begitu juga kata depan tentang dan untuk tidak bisa dijadikan awalan. Namun, penggunaan di dan ke yang bisa diaplikasikan pada keduanya membuat penulisannya rentan tertukar.
 
Seperti telah dijelaskan, perbedaan di dan ke sebagai awalan dan kata depan dapat dilihat dari cara penulisannya. Penulisan awalan digabung dengan kata dasarnya. Sementara kata depan harus dipisah. Lalu bagaimana membedakan keduanya untuk menentukan apakah harus menulis dengan digabung atau dipisah?
 
Perbedaan ini akan lebih mudah dijelaskan dengan membandingkan langsung. Ini cukup mudah dipahami jika pembagian kelas kata telah dimengerti dengan baik. Tetapi jika belum, masih ada cara-cara untuk mengidentifikasinya. Di sini yang dibahas adalah khusus di dan ke, maka awalan dan kata depan lain bisa dikesampingkan.
 
Penggunaan Di
 
Sebagai awalan, di- biasanya diimbuhkan pada suatu kata kerja dan menyebabkan kata kerja tersebut bersifat pasif. Awalan di- dalam hal ini adalah kebalikan dari awalan me-. Poin pentingnya di sini adalah kelas kata yang dapat diberi awalan di- adalah kata kerja. 
 
Untuk memastikan bahwa penggunaan di dalam suatu kata adalah awalan, ubahlah kata tersebut ke bentuk aktifnya yang menggunakan me-. Perhatikan apakah kata tersebut tetap memiliki makna setelah diubah. Misalnya kata makan. 
 
Dengan menggunakan awalan di-, kata tersebut berubah menjadi dimakan. Sementara jika menggunakan awalan me-, kata tersebut menjadi memakan. Kata memakan memiliki makna yang dapat dipahami dalam bahasa Indonesia. Maka, penulisan dimakan harus digabung karena di- merupakan awalan.
 
Lain halnya dengan kata lemari yang merupakan kata benda. Secara lisan, penyebutan dilemari tetap dapat dimengerti. Namun, dalam bahasa tulis ini akan menyebabkan kebingungan. Untuk memastikan, gunakan kembali cara di atas.
 
Jika penulisan dilemari benar dan tidak dipisah, seharusnya pemberian awalan me- juga akan menghasilkan makna. Tetapi, apa yang akan dipikirkan orang ketika mendengar kata melemari? 
 
Kata tersebut tidak memberikan gambaran makna tentang suatu kata. Kembali ke penulisan di pada kata lemari. Maka sudah jelas penulisannya tidak bisa digabung karena di tersebut bukan awalan, melainkan kata depan.
 
Untuk menyatakan bahwa sebuah di merupakan kata depan, juga perlu dilihat ciri-cirinya. Kata depan di biasanya diikuti oleh kata keterangan tempat atau waktu. Tidak menutup kemungkinan kata keterangan ini juga merupakan kata benda. Tetapi kuncinya adalah penunjukan tempat dan waktu.
 
Contohnya di rumah, di pasar, di atas, di sana, di hari Minggu, serta di pagi itu. Cara memastikannya adalah dengan mengganti di dengan kata depan lain. Jika masih memiliki makna yang cocok, maka penulisanya benar dipisah. Misalnya, di rumah bisa diganti dengan ke rumah, di pagi itu diganti dengan dari pagi itu, dan sebagainya.
 
Penggunaan Ke
 
Jika awalan di hanya berlaku untuk kata kerja, maka awalan ke cakupannya lebih luas lagi. Kata benda dan kata bilangan pun dapat disandingkan dengan ke. Karena itu, cara membedakannya lebih mudah dengan melihat dari sisi penggunaannya untuk kata depan.
 
Ke sebagai kata depan digunakan untuk menunjukkan arah atau tujuan. Kata yang mengikutinya bisa saja sama dengan kata yang mengikuti di. Tetapi, penggunaan di lebih cenderung kepada tempat atau waktu yang sedang dihadapi saat itu juga. Sementara ke menyatakan sesuatu yang belum terjangkau. Misalnya, ke sekolah, ke timur, ke lokasi.
 
Jika kata sesudah ke tidak memiliki makna menunjukkan arah atau tujuan, maka bisa dikatakan itu bukan kata depan, melainkan awalan. Contohnya pada kata kekasih, terdapat kata dasar kasih yang bukan merupakan penunjuk arah atau tujuan. Maka dari itu, penulisannya harus digabung. Contoh lainnya adalah kepergok, keangkat, dan ketujuh.
 
Demikian penulisan di dan ke sebagai awalan dan kata depan serta cara membedakannya. Kesamaan keduanya memang terkadang membingungkan ketika ditulis. Namun dengan ketelitian dan pembiasaan, perbedaannya akan semakin jelas terlihat.

Dialog Tag : Pengertian, Jenis-jenis dan…

Hallo sahabat nesia pada perjumpaan kali ini saya akan memberikan suatu penjelasan tentang Pengertian Dialog Tag dan Jenis beserta Contohnya. Untuk itu yuk simak...
Ahmad
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page