YUK Kenali Konsumen Mu

1 min read

Jualan Pakaian

Yuk kenali konsumenmu – Menurut Wikipedia, konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain (hewan dan tumbuhan) dan tidak untuk diperdagangkan. Secara sadar atau tidak, terkadang kita men-generalisir bahwa konsumen memiliki ketertarikan yang sama.

Teknik Mengenali Kebutuhan Konsumen

Tapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya didalam diri kita setidaknya ada 6 personal interested (ketertarikan pribadi) terhadap sesuatu, salah satunya adalah dalam hal membeli. Maka, hal ini perlu diperhatikan oleh seorang sales agar bisa menawarkan produk dengan tepat sesuai ketertarikan pribadi konsumen. Mari kita bahas!

1# Utilitarian

Utilitarian. Seorang konsumen yang memiliki sifat utilitarian yang tinggi cenerung lebih tertarik dengan harga, terutama potongan harga/diskon. Mempertimbangkan harga sebelum membeli suatu barang. Sehingga orang ini memiliki waktu dan tenaga yang lebih dari cukup untuk mencari dan menemukan barang dengan harga tertentu. Tentu saja konsumen seperti ini sering kita temukan. Maka untuk menghadapinya, seorang sales harus lebih menekankan pada aspek harga untuk menarik perhatiannya.

2# Theoritical

Theoritical. Konsumen seperti ini cenderung memiliki ketertarikan terhadap informasi selengkap – lengkapnya mengenai produk sebelum membelinya, sehingga orang ini akan sering bertanya apabila ada informasi yang kurang lengkap. Sebagai contoh, ketika membeli baju, maka konsumen dengan theoritica yang tinggi akan mencari tahu mengenai bahan, ukuran, warna, kualitan jahitannya, apakah nyaman digunakan dan lain sebagainya. Maka untuk menghadapinya, seorang sales harus memberikan dan menjelaskan informasi selengkap – lengkapnya mengenai produk yang ditawarkan, dan harus sabar dalam menanggapi pertanyaan – pertanyaan dari konsumen.

3# Estetika

Estetika. Konsumen yang satu ini sangat memperhatikan penampilan serta perpaduan warna agar terlihat serasi/matching. Tidak terlalu memikirkan harga, namun lebih cenderung tertarik dengan keserasian. Untuk menghadapinya, seorang sales bisa melihat dari penampilan konsumen lalu memberikan beberapa tips perpaduan warna yang serasi untuk digunakan dengan produk yang ditawarkan.

4# Tradisional

Tradisional. Konsumen dengan sifat tradisional yang tinggi sepertinya agak sulit untuk menawarkan hal ataupun produk baru, karena mereka cenderung berpegang teguh pada apa yang sudah mereka gunakan sejak lama dan sudah nyaman sehingga agak sulit beralih atau mencoba sesuatu yang baru. Maka, seorang sales perlu memahami produk apa yang sering digunakan oleh konsumen dan kualitasnya seperti apa, kemudian jelaskan kualitas produk yang akan ditawarkan mengenai kualitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen seperti ini.

5# Individualistis

Individualistis. Lebih mementingkan kepuasan diri. Sebagai contoh, seorang konsumen membeli produk A, dengan tujuan bukan untuk memenuhi kebutuhannya melainkan untuk memenuhi kepuasan diri seperti penampilan dan lainnya. Tidak terlalu memikirkan harga, tapi lebih cenderung ingin mengoleksi produk dari merk A. Maka, seorang sales perlu menumbuhkan rasa kepercayaan dan kenyamanan dalam pelayanan serta memberikan kualitas produk yang baik agar dapat dirasakan oleh konsumen.

6# Sosial

Sosial. Termasuk salah satu konsumen yang mudah untuk ditawarkan produk. Karena konsumen seperti ini cenderung membeli produk dengan alasan “membantu/kasihan” dan belum tentu untuk memenuhi kebutuhannya. Maka, seorang sales perlu menawarkan produk namun tetap dengan kualitas yang baik dan dengan komunikasi yang tepat.

Setiap orang memiliki ke-6 ketertarikan pribadinya, namun yang membedakan hanyalah tingkatan dari setiap ketertarikannya akan lebih dominan yang mana diantara semua. Kamu lebih dominan yang mana?

Ketika seorang sales atau marketing melakukan komunikasi dengan konsumen dengan tepat sesuai dengan ketertarikannya, maka akan lebih memahami konsumen dan memudahkan kita untuk melakukan pendekatan dan menawarkan produk kepada konsumen. Sehingga bisa mendapatkan laba sesuai target dengan cara meningkatkan potensi penjualan.

Oleh : Asri Yasirotunnabilah – Mahasiswi STEI SEBI

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page