Membuat Evaluasi Resiko Efisien dalam Menyusun Business Continuity Management

1 min read

Membuat Evaluasi Resiko

Membuat Evaluasi Resiko Efisien dalam Menyusun
Business Continuity Management – Assessment Resiko merupakan salah satu tahapan Business Continuity Manajemen. Evaluasi Resiko( Risk Assessment) dalam BCM digunakan demi memastikan prioritas dari risiko- risiko yang teridentifikasi. Risk Assessment dalam BCM bisa diterapkan bersumber pada framework Risk Management ISO 31000: 2009

Langkah-langkah praktek Risk assessment:

Step 1: Identifikasi bahaya. …
Step 2: Tentukan siapa yang mungkin terkena bahaya dan bagaimana. …
Step 3: Evaluasi resiko dan buat keputusan berdasarkan pengukuran pengendalian. …
Step 4: Catat temuan anda. …
Step 5: Tinjau kembali penilaian anda dan update ketika diperlukan.

Terdapat 3 tahapan dalam evaluasi resiko ialah:

  1. Identifikasi Resiko( Risk Identification), Ialah proses menciptakan, mengidentifikasi serta menggambarkan risiko

Catatan resiko secara komprehensif disusun bersumber pada peristiwa- peristiwa yang bisa jadi menghasilkan, tingkatkan, menghindari, merendahkan, memperlambat ataupun menunda pencapaian tujuan. Risiko- Risiko yang dimasukkan dalam BCM cuma resiko yang bisa menimbulkan bisnis terhenti total ataupun yang bisa menghentikan salah satu dari proses- proses bisnis yang bertabiat kritis. Karenat itu dibutuhkan identifikasi tiap komponen- komponen ataupun aset- aset berarti yang membuat proses- proses tersebut berjalan dengan baik serta akibatnya apabila salah satu dari komponen ataupun peninggalan tersebut
tersendat.

Identifikasi pula wajib mencakup resiko yang bersumber dari komponen yang terletak dibawah kendali organisasi serta yang tidak bisa dikendalikan oleh organisasi.

  1. Memperkirakan Resiko( Risk Estimation)/ Analisa Efek( Risk Analysis)

Ialah Proses untuk menguasai watak resiko serta untuk memastikan tingkatan resiko. Analisis resiko mengaitkan pertimbangan dari pemicu serta sumber resiko, konsekuensi positif serta negatif, serta tingkatan keparahan( saverity) bila terjalin, serta( seberapa kerap) mungkin resiko tersebut terjalin dalam satuan waktu..

Untuk memastikan tingkatan keparahan organisasi bisa memastikan tingkatan keparahan bersumber pada 2 skala ialah besar serta rendah, ataupun memakai 3 skala ialah besar, menengah, serta rendah. bersumber pada analisa akibatnya terhadap proses bisnis/ Business Impact Analysis( BIA).

Untuk memastikan skala frekuensi tingkatan mungkin terbentuknya organisasi bisa membuat mengelompokkan jumlah peristiwa bersumber pada sumbu waktu.

  1. Risk Evaluation
    Tujuan dari penilaian resiko merupakan upaya untuk menolong dalam membuat keputusan, bersumber pada hasil analisis resiko, efek mana yang membutuhkan revisi serta prioritas buat dicoba lebih dini. Ada sebagian perihal yang wajib dipertimbangkan ialah:
  • Keputusan wajib memikirkan konteks yang lebih luas dari resiko serta mencakup pertimbangan toleransi resiko ditanggung oleh pihak lain tidak hanya organisasi yang mempunyai resiko.
  • keputusan wajib terbuat cocok dengan hukum, peraturan serta yang lain.
  • Keputusan wajib terbuat dalam persyaratan sesuai
  • Dalam sebagian suasana, penilaian resiko bisa menimbulkan keputusan untuk melaksanakan analisis lebih lanjut
  • Penilaian resiko pula bisa menimbulkan keputusan untuk tidak memperlakukan resiko dengan metode apapun tidak hanya mempertahankan kontrol yang ada.
    Penilaian resiko pula bisa menimbulkan keputusan untuk tidak memperlakukan resiko dengan metode

Ditulis Oleh:

Nama :Fauzi Nur Iqbal
Kampus : STEI SEBI, Depok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!