Memperkecil Risiko Operasional Pada Pemanfaatan Teknologi Informasi

2 min read

Memperkecil Risiko

Memperkecil Risiko Operasional Pada Pemanfaatan Teknologi Informasi. Teknologi saat ini berkembang sangat pesat dan semakin canggih. Tentu saja, teknologi informasi sangat berguna bagi manusia di segala bidang aktivitas manusia. Teknologi informasi telah memberikan banyak kemudahan, kemudahan dan kepraktisan. Tanpa disadari, masyarakat sangat bergantung pada teknologi informasi.

Memperkecil Risiko

Ketersediaan teknologi tentunya dapat membuat pekerjaan menjadi efisien dan efektif. Hal ini juga dapat mengurangi potensi risiko. Namun dibalik semua itu, teknologi informasi menimbulkan risiko baru yang belum pernah ada sebelumnya. Misalnya, kerusakan sistem teknologi informasi atau risiko akibat penyalahgunaan teknologi informasi. Risiko teknologi informasi merupakan salah satu risiko operasional.
Risiko operasional dapat diklasifikasikan sebagai risiko bawaan, artinya risiko bawaan selalu ada dan tidak dapat dihilangkan.

Risiko operasional pada umumnya sangat berkaitan dengan berbagai macam risiko lainnya, namun risiko operasional lebih mudah dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen risiko operasional. Bahkan sehubungan dengan risiko kredit dan risiko pasar, risiko operasional tetap ada, dan dengan sendirinya ruang lingkup risiko operasional sangat luas.

Misalnya, jika peminjam yang mengajukan pinjaman tidak dapat memasukkan data yang diperlukan untuk menentukan peringkat calon debitur karena masalah infrastruktur atau kesalahan manusia yang menyebabkan hasil evaluasi yang tidak akurat, hal tersebut dapat menimbulkan risiko kredit yang dilandasi dengan risiko operasional

Risiko operasional memiliki dampak yang signifikan bagi perusahaan. Risikonya tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dapat merusak reputasi perusahaan. Misalnya pelanggan ojek online. Dalam aplikasi ojol Sering terjadi kesalahan sistem saat menerapkan layanan ojek online, sehingga menyulitkan pemesanan layanan ojek online.

Dengan ditambah pengemudi yang tidak aman dan tidak ramah kepada pelanggan. Bila ini sering terjadi, pelanggan kehilangan kepercayaan pada perusahaan. Hal ini akan memaksa pelanggan untuk beralih ke perusahaan taksi online ataupun Ojek Online lainnya. Segala risiko yang terjadi tentu ada sumbernya, begitu pula dengan risiko operasional.

Risiko operasional berhubungan langsung dengan kemampuan orang untuk menggunakan teknologi informasi. Penyebab risiko operasional terutama meliputi yang pertama human error, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh kelalaian sumber daya manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya, seorang guru lupa memasukkan data ke internet tentang pekerjaan siswa yang harus diserahkan pada hari berikutnya. Kedua tingkat kemudahan menggunakan fitur layanan.

Misalnya, ketika memesan layanan ojek online, klien perlu memahami menu layanan aplikasi. Jika proses pemesanan terlalu rumit, pembeli tidak akan tertarik dengan layanan tersebut. Atau, pemeliharaan sering dilakukan dengan menetapkan harga yang dilakukan oleh teknologi yang tidak stabil. Kemudian ketiga perusahaan tidak memiliki standar tata kerja. Oleh karena itu, kegiatan operasional yang berlangsung tidak ditujukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.

Selain ketiga risiko yang telah disebutkan, masih banyak sumber risiko operasional lainnya, seperti penggunaan bahan utama atau sumber pendanaan dalam operasional perusahaan. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh orang lain dan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain. Tentu saja, risiko operasional tidak dapat dikecualikan karena berlaku untuk sistem dan orang-orang yangmemiliki kepentingan. Namun, risiko baru dapat diminimalkan dari segi risiko operasional.

Untuk meminimalkan risiko kegagalan sistem, perusahaan didorong untuk mendirikan Disaster Recovery Center (DSC). DSC adalah sistem untuk cadangan jika terjadi kegagalan layanan pengguna perusahaan. Dapat juga melakukan ini melalui pemeliharaan sistem secara berkala untuk meminimalkan risiko operasional.

Tentu saja, selain kegagalan sistem, risiko operasi manusia juga perlu diminimalkan. Dalam hal ini, perusahaan harus memperhatikan sumber daya manusia. Sumber daya manusianya sendiri apakah sudah beradaptasi dengan baik terhadap teknologi informasi.

Dalam hal ini, perusahaan dapat beroperasi lebih efisien dan efektif dengan meminimalkan risiko yang ditimbulkan dengan mempekerjakan karyawan sesuai dengan standar perusahaan dan melakukan pelatihan khusus bagi karyawan untuk meningkatkan operasi. Selain itu, perusahaan harus memperhatikan hak-hak sumber daya manusia, seperti kegiatan yang menyegarkan karyawannya atau bonus karyawan.

Risiko operasional juga dapat diminimalisir dengan menggunakan standar operasional prosedur (SOP). SOP adalah dokumen yang memberikan pedoman bagi karyawan dalam hal perilaku, proses teknis, atau prosedur berulang, dan dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi yang ada oleh perusahaan.

Oleh karena itu, SOP merupakan dokumen penting agar perusahaan dapat bekerja lebih efisien. Bahkan dengan SOP yang tepat, bisnis dapat menghemat uang atau uang yang tidak penting untuk operasi yang lebih intensif. Hal ini memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuan atau sasarannya.

Selain kemampuan untuk mengatur tata cara pelaksanaan kegiatan di perusahaan, SOP mengejar beberapa tujuan yang sama pentingnya:

• Ciptakan cara kerja standar di perusahaan Anda untuk memastikan konsistensi.
• Mengurangi kemungkinan kesalahan dan kerugian karena kesalahpahaman
• Pastikan bahwa kegiatan selesai sesuai jadwal dan sesuai rencana.
• Mengurangi risiko penarikan produk
• Menjelaskan prosedur kerja yang jelas untuk setiap karyawan.
• Menghasilkan produk atau jasa yang konsisten dan unggul.
• Meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan.

Risiko operasional tidak dapat dielakkan bagi setiap perusahaan. Sebaik apapun sebuah perusahaan, tidak dapat menghindari risiko operasional. Risiko operasional dapat timbul dari kegagalan sistem, kelalaian sumber daya manusia suatu perusahaan, atau tingkat kualitas sumber daya manusia suatu perusahaan.

Risiko operasional lebih mudah dikendalikan daripada risiko lainnya. Risiko operasional dapat dikendalikan dengan menerapkan praktik terbaik. Praktik terbaik seperti penulisan SOP yang detail dan mudah dipahami. Selain itu, perusahaan bertanggung jawab atas pemeliharaan sistem, sehingga tidak ada kegagalan sistem yang besar. Tidak hanya itu bahwa bisnis harus memodernisasi sumber daya manusia dan teknologi.

Ditulis Oleh : Hafizh Nurramadhan

Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!